Belajar Memahami Ilmu Dasar Fotografi
Belajar Memahami Ilmu Dasar Fotografi

Belajar Memahami Ilmu Dasar Fotografi

By On Wednesday, February 7th, 2018 Categories : Belajar Fotografi, Trik Fotografi

Belajar fotografi merupakan suatu hal yang menyenangkan bagi mereka yang hoby melakukan potret-potret. Kebanyakan orang menyukai fotografi, ada yang sukanya di foto, ada juga yang sukanya memfoto. Mungkin juga ada yang menyukai kedua-duanya, suka difoto dan juga memfoto. Hal ini merupakan hal yang wajar dan semua orang juga pasti pernah merasakannya.

Disini photomanagementblog.com akan mengajak kalian yang suka berfoto-foto untuk belajar memahami ilmu fotografi, agar foto yang kalian hasilkan tidak hanya biasa-biasa saja, namun juga bisa menjadi luar biasa. Dengan belajar ilmu fotografi, yang awalnya cuman iseng-iseng aja, namun tidak disangka malah dari keisengan itu bisa menghasilkan uang. Mengembangkan hoby yang positif menjadi suatu karya dan karya itu bisa menghasilkan keuntungan bagi kita, maka apa salahnya untuk dicoba.

Bagi kalian yang tertarik untuk mempelajari dunia ilmu fotografi maka bergabunglah selalu dengan trik fotografi, karena berbagai informasi-informasi mengenai ilmu fotografi yang akan selalu di update dan tentunya untuk membantu kalian memahami ilmu fotografi khususnya bagi orang-orang yang baru memulai mengenal apa itu fotografi.

Belajar Memahami Ilmu Dasar Fotografi

Dasar ilmu fotografi harus kita ketahui dan kuasai terlebih dahulu, karena Jika kita memahami dasarnya dulu, maka untuk memahami hal-hal selanjutnya akan lebih mudah.

Di era modernnisasi saat ini, menjadikan gaya hidup kita (life style) juga mengikuti trend modernisasi yang selalu berkembang. Terutama dalam pesatnya perkembangan teknologi membuat alat-alat elektronik saat ini juga semakin berkembang dan canggih. Mulai dari alat elektronik handphone, dulu manusia berkomunikasi menggunakan surat, saat ini sudah tidak jaman lagi yang seperti itu, karena semua orang sudah sama menggunakan HP dan hampir tidak ada orang yang tidak mempunyai HP. Perkembangan teknologi komunikasi HP pun semakin pesat, yang awalnya HP biasa-biasa saja, tapi saat ini sudah berkembang HP yang tersedia fasilitas kameranya. Dimana saja, kapan saja, dan bagaimanapun keadaannya, HP selalu bisa dibawa kemana-mana. Dimana pun orang bisa berfoto sesuai kehendaknya bahkan saat ini kamera HP kualitasnya bisa mengalahkan kamera-kamera mahal seperti kamera digital, kamera DSLR, dan sebagainya.

Saat ini pun kamera DSLR juga sudah banyak dimiliki orang, jadi bukan hal yang luar biasa lagi. Orang yang memiliki kamera memiliki berbagai alasan yang berbeda-beda, ada yang memang hoby berfoto, ada juga yang memang pengen belajar fotografi, ada juga yang hanya gengsi mengikuti trend. Sayang sekali jika kalian memiliki kamera mahal, namun tidak bisa mengoperasikannya dengan baik, jadi luangkanlah waktu untuk memahami ilmu dasar dari dunia fotografi, karena setelah kalian sudah merasakan rasanya bergelut di dunia fotografi maka dijamin akan mendapatkan pengalaman yang mengesankan sekaligus bisa menghasilkan karya-karya baru yang tentunya juga dapat menghasilkan uang.

Tips Mengenai Teknik Dasar Fotografi

Semua orang pasti menginginkan hasil jepretan fotonya bagus dan mengesankan, meskipun orang hanya melakukan foto asal-asalan, namun secara manusiawi pasti semua orang menginginkan hasil fotonya bagus. Untuk bisa mendapatkan hasil jepretan yang bagus maka kita harus belajar dasar-dasar ilmu fotografi terlebih dahulu.

Pertama, hal paling dasar yang perlu kita pahami adalah nama-nama istilah perangkat yang ada dalam kamera. Alat bukaan lensa atau yang dikenal dengan istilah Aperture atau diafragma. Alat ini memiliki keguanaan untuk mengatur dan mengukur intensitas keluar masuknya cahaya ke dalam kamera. Jika alat bukaan lensa semakin besar maka artinya alat ini bekerja semakin besar pula dalam menangkap cahaya yang masuk kedalam. Besar kecilnya yang masuk ke dalam bukaan lensa sangat mempengaruhi ketajaman ruang gambar maka  kestabilan cahaya yang masuk harus perlu diperhatikan.

Kedua, belajar memahami kecepatan kamera dalam pengambilan gambar. Kecepatan ini biasa dikenal dengan dengan istilah speed. Kebanyakan orang jarang memperhatikan istilah ini, karena setiap pengambilan gambar hanya asal-asalan saja. Padahal kecepatan (speed) ini perlu diperhatikan oleh seorang fotografer agar bisa menghasilkan gambar yang tepat sasaran. Pengaturan kecepatan dilakukan ketika sudah mendapatkan objek foto yang dikehendaki, saat objek sudah tepat sasaran.

Selanjutnya pengaturan kecepatan kamera juga segera diperhatikan. Kecepatan kamera saat pengambilan gambar dapat diubah-ubah sesuai dengan selera masing-masing tergantung kebutuhan yang diinginkan dan objek yang ingin di foto. Kecepatan ini memiliki pengaruh yang sangat besar pada hasil gambar yang diperoleh, jika kecepatan diatur dan di setting secara cepat maka hasil foto yang diperoleh semakin beku. Sedangkan jika kecepatan kamera diatur dan disetting secara lambat maka hasil foto yang diperoleh dan dihasilkan akan berefek kabur atau biasa dikenal dengan istilah shake.

Ketiga, memahami ketajaman ruang gambar yang dihasilkan oleh kamera. Ketajaman ruang gambar biasa dikenal dengan istilah Depth Of Field (DOF). Ketajaman ruang gambar (DOF) sangat berpengaruh pada ketajaman foto yang dihasilkan oleh sebab itu, dalam pengaturan Ketajaman ruang gambar harus benar-benar diperhatikan, karena jika pengaturan terlalu tajam maka hasil foto tidak akan bagus, sebaliknya jika pengaturan ruang gambar kurang tajam maka hasil foto yang dihasilkan juga tidak akan bagus. Serba salah pastinya, oleh sebab itu seorang fotografer harus benar-benar memiliki ketelitian dan kehati-hatian dalam melakukan pengaturan kamera, karena pengaruhnya sangat besar bagi foto yang dihasilkan.

Pengaturan ketajaman ruang gambar meliputi pengaturan focus gambar dan pengaturan pemberian dan pengurangan efek blur pada gambar. Focus dan Blur merupakan bagian dari pengaturan ketajaman ruang gambar. Ada beberapa alat kamera yang saling terkait dan mempengaruhi satu sama lain dengan pengaturan ketajaman ruang gambar yaitu alat bukaan lensa. Ketajaman ruang gambar (DOF) sangat ditentukan oleh alat bukaan lensa, jadi keduanya saling berkaitan dan harus benar-benar diperhatikan dengan baik. Jika alat bukaan lensa (diafragma) semakin besar maka akan mengakibatkan semakin sempit ketajaman ruang gambar (DOF) pada foto yang dihasilkan.

Keempat, bagian ilmu dasar yang perlu dipahami dan dipelajari yaitu ISO. Istilah apa lagi itu?ISO merupakan alat untuk mengatur besar kecilnya (sensitifitas) cahaya yang dihasilkan oleh kamera. Besar kecilnya cahaya sangat ditentukan oleh ISO, pengaturan cahaya bergantung pada ISO. ISO juga memiliki kegunaan untuk mengecek dan mengukur besar kecilnya angka cahaya yang masuk ke dalam kamera. Jika angka pada ISO menunjukkan sangat besar maka artinya kamera dalam menangkap cahaya semakin sensitive. Jika penangkapan cahaya terjadi semakin sensitive maka akan berakibat buruk pada foto yang dihasilkan. Akibat yang dihasilkan adalah akan terjadi efek noise yang akan timbul pada objek foto yang dihasilkan.

Kelima, belajar memahami istilah Mode Dial. Istilah apa lagi itu?Mode dial merupakan sebuah tombol yang terdapat dalam kamera. Pastinya semua kamera telah memiliki mode dial, baik itu kamera HP biasa, Kamera digital maupun kamera DSLR. Semua jenis kamera pasti terdapat mode dialnya, namun dengan bentuk dan desain yang berbeda-beda tentunya.

Model Dial terdiri dari bermacam-macam jenis tentunya pada jenis kameranya. Pada kamera digital mode dial terdiri dari 5 macam;

  1. Yang pertama yaitu mode dial dalam bentuk auto. Jenis ini memiliki keunggulan mudah digunakan untuk pengaturan kamera, semua aplikasi yang berfungsi dalam kamera telah diatur semua oleh mode dial auto. Pengaturan kamera sudah di setting secara otomatis akan dijalankan oleh mode dial auto, tinggal memencet tombol auto maka kamera sudah dapat dioperasikan sesuai dengan kehendak pemakainya. Jika menginginkan potret-potret maka pemakai tinggal menekan dan memencet tombol auto.
  2. Kedua, jenis mode dial yang berfungsi untuk mengatur kecepatan otomatis sesuai dengan kebutuhan. Jenis mode dial yang satu ini dikenal dengan istilah Aperture Priority.
  3. Ketiga kecepatan telah diatur secara otomatis oleh mode dial Aperture Priority selanjutnya alat bukaan lensa harus kita atur manual sesuai dengan kebutuhan yang dikehendaki.
  4. Jenis mode dial keempat, yaitu progam yang memiliki kegunaan untuk mengatur semua plikasi yang tersedia dalam kamera.
  5. Dan yang terakhir yaitu jenis mode dial manual, ini merupakan jenis mode dial yang paling mudah dilakukan bagi orang yang belum memahami jenis mode dial yang lainnya, namun masih sangat rumit tidak seotomatis mode dial yang lainnya. Namun dengan mode dial jenis manual, pemakai dapat belajar cara mengoperasikan sendiri cara mengatur aplikasi-aplikasii yang ada, misalnya pengaturan Speed, WB, dan sebagainya.

Ilmu-ilmu dasar seputar fotografi diatas adalah masih sebagian kecil ilmu dari dunia fotografi. Tentunya masih banyak lagi ilmu-ilmu lain yang harus dipahami dan dipelajari tentang fotografi agar pemahaman mengenai dunia fotografi semakin dalam. Pastinya dengan ilmu yang kita miliki, kita bisa menghasilkan karya-karya dan ide-ide terbaru untuk dipertunjukkan kepada orang lain sebagai motivasi membuat karya dan ide baru lainnya dan tidak disangka dari hoby dalam dunia fotografi bisa menghasilkan uang. photomanagementblog.com akan selalu mengupdate info-info terbaru mengenai pembelajaran ilmu fotografi selanjutnya, karena masih banyak lagi yang perlu dipahami dan dipelajari

Belajar Memahami Ilmu Dasar Fotografi | admin | 4.5